News
16 Oktober 2026
Lebak, 16 Oktober 2026 - Maja terus berkembang sebagai salah satu kawasan kota baru di luar pusat perkotaan yang telah mapan. Dalam hampir satu dekade terakhir, kawasan ini bertransformasi dari wilayah pengembangan hunian menjadi lingkungan perkotaan yang semakin hidup, ditandai oleh pertumbuhan penduduk, aktivitas ekonomi, serta hadirnya fasilitas yang mendukung kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Salah satu bagian dari perjalanan tersebut adalah Citra Maja Raya, pengembangan Ciputra Group yang dimulai pada 2015. Seiring bertambahnya penghuni dan berkembangnya fasilitas kawasan, Citra Maja Raya memperkenalkan identitas baru sebagai Citra Maja City, dengan visi sebagai kota baru terpadu seluas sekitar 2.000 hektare. Saat ini, kawasan tersebut telah menjadi rumah bagi lebih dari 4.500 kepala keluarga yang tinggal dan beraktivitas di dalamnya.
Pengembangan Maja sendiri merupakan bagian dari gagasan pemerintah untuk menghadirkan pusat pertumbuhan baru di luar kawasan perkotaan yang telah berkembang. Maja ditetapkan sebagai salah satu Kota Baru Publik dalam Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang RPJMN 2015–2019. Arah pengembangan tersebut berlanjut melalui RPJMN 2020–2024 dalam Perpres Nomor 18 Tahun 2020 dan diperkuat melalui Perpres Nomor 52 Tahun 2023. Dalam visi itu, infrastruktur, konektivitas, aktivitas ekonomi, dan fasilitas publik menjadi unsur penting untuk mendukung kehidupan masyarakat.

Ciputra Group mulai mengembangkan Citra Maja Raya pada 2015 di kawasan sekitar 2.000 hektare. Sejak awal, pengembangan ini tidak hanya diarahkan sebagai kawasan perumahan, tetapi juga sebagai lingkungan hunian terpadu yang menggabungkan perencanaan kawasan, fasilitas pendukung, dan akses transportasi publik. Kedekatan dengan Stasiun KRL Maja menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat yang membutuhkan pilihan mobilitas menuju kawasan Tangerang dan Jakarta.
Minat masyarakat terhadap konsep tersebut turut tercermin dari capaian bisnis pada tahap awal pengembangan. Hingga Oktober 2018, Citra Maja Raya mencatat total revenue sebesar Rp3,2 triliun sejak mulai dikembangkan pada 2015. Pada periode Januari hingga Oktober 2018, marketing sales tercatat sekitar Rp690 miliar. Capaian itu menjadi salah satu tonggak perjalanan kawasan sekaligus menunjukkan respons pasar terhadap pengembangan hunian terpadu di Maja.
Pada 2024, identitas Citra Maja Raya diperkenalkan sebagai Citra Maja City. Perubahan ini merepresentasikan perkembangan kawasan dari pengembangan hunian menuju kota baru terpadu yang berupaya mengakomodasi lebih banyak aspek kehidupan. Tidak hanya sebagai tempat tinggal, kawasan ini terus membangun lingkungan yang memungkinkan masyarakat mengakses pendidikan, layanan kesehatan, kebutuhan sehari-hari, olahraga, rekreasi, kegiatan keagamaan, serta ruang untuk menjalankan usaha.
Pertumbuhan Citra Maja City kini terlihat dari bertambahnya masyarakat dan beragamnya aktivitas di dalam kawasan. Lebih dari 4.500 kepala keluarga menjalani keseharian di Maja, mulai dari keluarga yang menetap, anak-anak yang bersekolah, hingga pelaku usaha yang mengembangkan bisnis. Sejalan dengan itu, lebih dari 20.000 rumah dan ruang usaha telah dan sedang dikembangkan. Pertumbuhan hunian dan kegiatan ekonomi tersebut ikut mendorong kebutuhan terhadap fasilitas dan layanan yang semakin beragam.

Di bidang pendidikan, Citra Maja City memiliki Sekolah Mutiara Bangsa yang melayani jenjang TK hingga SMA/SMK, serta Muslim Cendekia Islamic School untuk jenjang TK dan SD. Layanan kesehatan di kawasan antara lain didukung Klinik Eco Medika, Klinik Works, dan Klinik SPOG. Untuk olahraga dan kegiatan keluarga, tersedia EcoClub dan berbagai fasilitas olahraga, sedangkan Citra Maja City Water World dan Terra Garden menjadi pilihan rekreasi. Aktivitas gaya hidup turut didukung EcoPlaza yang menghadirkan CGV, Fun World, Food Terrace, dan MOR.
Kebutuhan harian masyarakat juga dilayani oleh area komersial yang diisi restoran, kafe, minimarket, layanan perbankan, toko, layanan kecantikan, klinik, tempat kursus, serta beragam usaha lokal. Kehadiran pelaku usaha ini memperluas pilihan layanan di sekitar tempat tinggal sekaligus membuka ruang bagi aktivitas ekonomi. Fasilitas keagamaan juga menjadi bagian dari perkembangan kawasan, antara lain Masjid Al-Ikhlas dan Masjid Ar-Rahman bagi umat Muslim serta Gereja Bersama bagi umat Kristen Protestan. Pengembangan fasilitas gereja bagi umat Katolik juga menjadi bagian dari perkembangan kawasan.

Dari sisi mobilitas, Citra Maja City berada sekitar 500 meter dari Stasiun KRL Maja. Konektivitas ini menjadi bagian dari pendekatan Transit Oriented Development (TOD), yang menempatkan akses transportasi publik sebagai salah satu unsur penting dalam pengembangan kawasan. Layanan KRL Commuter Line menghubungkan masyarakat Maja dengan sejumlah kawasan di Tangerang hingga Jakarta. Di dalam kawasan, shuttle bus Citra Maja City juga dikembangkan untuk membantu menghubungkan lingkungan hunian dengan fasilitas kawasan dan stasiun.
Bertambahnya jumlah penghuni, fasilitas, dan aktivitas ekonomi memperlihatkan perubahan karakter Maja. Pada tahap awal, Citra Maja Raya hadir untuk menjawab kebutuhan hunian yang terjangkau di kawasan yang sedang berkembang. Kini, melalui Citra Maja City, pengembangan tersebut bergerak menuju pembentukan ekosistem kota yang lebih terintegrasi. Rumah menjadi titik awal kehidupan keluarga, sementara sekolah, fasilitas kesehatan, area komersial, ruang rekreasi, dan transportasi publik ikut membentuk keseharian masyarakat.

“Perkembangan Citra Maja City menunjukkan bahwa sebuah kota tumbuh bukan hanya melalui pembangunan hunian, tetapi juga melalui hadirnya fasilitas, konektivitas, aktivitas ekonomi, dan komunitas yang saling mendukung. Kami melihat Maja memiliki potensi untuk terus berkembang sebagai kawasan tempat masyarakat membangun kehidupan dalam jangka panjang. Bagi kami, pertumbuhan jumlah warga dan semakin beragamnya aktivitas di kawasan menjadi bagian penting dari perjalanan Citra Maja City untuk tumbuh bersama masyarakat,” ujar Raymond Christantyo, Department Head Marketing Communication Citra Maja City.
Perjalanan ini masih berlanjut. Dengan kawasan pengembangan sekitar 2.000 hektare, kedekatan dengan Stasiun KRL Maja, serta pertumbuhan penduduk dan fasilitasnya, Citra Maja City terus menjadi bagian dari perkembangan Kota Baru Maja. Bagi Ciputra Group, pembangunan kota tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga mencakup upaya menghadirkan lingkungan yang dapat berkembang bersama masyarakat yang tinggal di dalamnya.

Dari Citra Maja Raya hingga Citra Maja City, perjalanan Maja menunjukkan bahwa pertumbuhan sebuah kota tidak hanya diukur dari luas kawasan atau jumlah bangunan, tetapi juga dari kehidupan yang terbentuk di dalamnya. Di Maja, rumah, fasilitas, kegiatan ekonomi, dan komunitas terus bertumbuh bersama.
Bagikan